Tujuan Tes Daya Lihat (TDL) untuk PAUD adalah suatu cara untuk mendeteksi dini pada kelainan daya lihat supaya segera dapat dilakukan tindakan lanjutan jika terdapat kelainan dan juga untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar. Penjadwalan tes daya lihat dilakukan sesuai dengan usia yang ditentukan, jika anak berusia 36 bulan sampai dengan 72 bulan maka dilakukan 6 bulan sekali. Alat atau sarana yang diperlukan untuk Tes Daya Lihat : Ruangan yang bersih dan pencahayaan yang cukup Dua buah kursi, satu untuk anak dan satu untuk pemeruksa. Poster "E" dan Karu E Alat Penunjuk Cara Melakukan Tes Daya Lihat : Pilih tempat yang tenang dan pencahayaan yang cukup terang. Gantungkan atau tempel poster E pada dinding setinggi mata anak pada posisi duduk. Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster E, menghadap ke poster E. Letakkan sebuah kursi lainnya disamping poster E untuk pemeriksa. Pemeriksa memberikan Kartu E pada anak. Latih ana...
Berikut ini ciri-ciri keterlambatan perkembangan pada anak : 1) Keterlambatan perkembangan anak usia 13 bulan Belum punya kemampuan menggenggam atau memindahkan barang dari satu tangan ke tangan satunya. Masih belum bisa duduk. Belum dapat mengangkat badannya untuk berdiri. Belum dapat merangkak atau berjalan merayap. Tidak dapat membedakan orang-orang yang dikenalnya dengan baik dan orang lain. Tidak memberikan perhatian apa pun pada isyarat tangan. Tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana. Benar-benar tidak tertarik pada permainan bersama. Masih membuat suara-suara menggunakan kata-kata vokal dan konsonan. Tidak menirukan suara-suara. Tidak berkedip saat ada benda bergerak cepat ke arah matanya. 2) Keterlambatan perkembangan anak usia 18 bulan Masih belum menunjukkan minatnya pada orang atau mainan dan terlihat tidak memahami fungsi dari barang-barang rumah tangga yang umum (sebagai contoh, telepon, sikat gigi, sendok makan). Belum dapat berdiri...
Dalam mengajar kita juga harus menghargai proses tidak semata hasil. Sering kali guru menilai dan menghargai murid dari hasil kerja saja. Sementara proses yang dijalani siswa selama menjalani proses belajarnya jarang diapresiasi. Faktanya keberhasilan didalam kelas sangatlah dipengaruhi bagaimana kemampuan guru untuk mampu mengalihkan situasi dari yang membosankan, menjenuhkan dan tegang menjadi rilek, bersemangat dan merasa senang mendengarkan orang yang sedang berbicara di depan. Karena dengan pengalaman baik dan menyenangkan dalam belajar akan berdampak positif bagi perkembangan dan pertumbuhan si anak. Untuk mendukung itu semua diperlukan guru yang Kreatif. Berikut 10 tips atau kiat menjadi guru PAUD yang kreatif. Saya ambil dari buku yang berjudul "Motivasi dan Manajemen PAUD" karangan Yunus Abidin, S.Pd M.Pd. dkk... 1. Berfikir Inovatif Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervarias...
Comments
Post a Comment