Tujuan Tes Daya Lihat (TDL) untuk PAUD adalah suatu cara untuk mendeteksi dini pada kelainan daya lihat supaya segera dapat dilakukan tindakan lanjutan jika terdapat kelainan dan juga untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar. Penjadwalan tes daya lihat dilakukan sesuai dengan usia yang ditentukan, jika anak berusia 36 bulan sampai dengan 72 bulan maka dilakukan 6 bulan sekali. Alat atau sarana yang diperlukan untuk Tes Daya Lihat : Ruangan yang bersih dan pencahayaan yang cukup Dua buah kursi, satu untuk anak dan satu untuk pemeruksa. Poster "E" dan Karu E Alat Penunjuk Cara Melakukan Tes Daya Lihat : Pilih tempat yang tenang dan pencahayaan yang cukup terang. Gantungkan atau tempel poster E pada dinding setinggi mata anak pada posisi duduk. Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster E, menghadap ke poster E. Letakkan sebuah kursi lainnya disamping poster E untuk pemeriksa. Pemeriksa memberikan Kartu E pada anak. Latih ana...
Dalam mengajar kita juga harus menghargai proses tidak semata hasil. Sering kali guru menilai dan menghargai murid dari hasil kerja saja. Sementara proses yang dijalani siswa selama menjalani proses belajarnya jarang diapresiasi. Faktanya keberhasilan didalam kelas sangatlah dipengaruhi bagaimana kemampuan guru untuk mampu mengalihkan situasi dari yang membosankan, menjenuhkan dan tegang menjadi rilek, bersemangat dan merasa senang mendengarkan orang yang sedang berbicara di depan. Karena dengan pengalaman baik dan menyenangkan dalam belajar akan berdampak positif bagi perkembangan dan pertumbuhan si anak. Untuk mendukung itu semua diperlukan guru yang Kreatif. Berikut 10 tips atau kiat menjadi guru PAUD yang kreatif. Saya ambil dari buku yang berjudul "Motivasi dan Manajemen PAUD" karangan Yunus Abidin, S.Pd M.Pd. dkk... 1. Berfikir Inovatif Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervarias...
Judul Buku : PROPHETIC PARENTING Penulis: DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid Harga Buku : Rp 85.000.00 Berdasarkan kajiannya terhadap Sirah Nabawiyah dan As-sunnah, penulis mengungkapkan bahwa pendidikan bagi anak bermula dari ketika kedua orangtua menikah. Kemudian hubungan kedua orangtua, kesalehan mereka dan kesepakatan mereka dalam melakukan kebajikan, memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam membentuk sisi psikis dan kecenderungan bagi sang anak. Dalam buku ini penulis mengetengahkan pentingnya pertumbuhan anak di gendongan ibunya, keluarganya dan lingkungannya serta hubungan kekerabatan dengan kedua orangtua dan karib-kerabatnya. Juga tentang pentingnya menjaga nilai-nilai islami dalam masa pertumbuhannya dan membiasakannya untuk selalu berpikir. Penulis juga menekankan tentang pentingnya memakai berbagai media dan alat peraga yang sesuai dengan usia anak. Itu semua beliau simpulkan dari metode pendidikan Islam, hadis-hadis Nabi Shallallâhu ’alayhi wa Sallam dan pernyataan par...
Comments
Post a Comment